Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2013

NASA Merilis Gambar Planet Merkurius Dengan Warna-Warni yang Indah

Planet Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya kita, dan mungkin terlihat oleh mata manusia seperti bulan Bumi. Tetapi secara mengejutkan NASA mempublikasikan penampilan Merkurius yang berbeda dengan yang kita yakini selama ini.



Planet Merkurius yang dipetakan oleh satelit NASA Messenger ternyata memiliki warna-warni yang indah. Variasi warna itu menandakan komposisi, planet kecil ini mempunyai berbagai jenis batuan di permukaannya.

Instrumen pesawat ruang angkasa Messenger milik NASA juga mengungkapkan di sana terdapat beragam bahan kimia dan mineral. Satelit Messenger milik NASA menggambarkan penampilan sebenarnya dari planet merkurius “Ini adalah planet eksentrik,” ungkap David Blewett dari Universitas Johns Hopkins, kepada Asosiasi Wartawan Amerika pada Pertemuan Kemajuan Ilmu Pengetahuan (Advancement of Science meeting) di Boston pekan lalu.


Merkurius merupakan planet terkecil dari delapan planet dari tata surya kita, karena planet Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet penuh. Planet terkecil ini juga memiliki medan magnet global seperti yang ada di Bumi, Venus dan Mars. Variasi warna planet ini menandakan adanya komposisi mineral, bebatuan dan bahan kimia di permukaannya.


Dalam gambar yang dirilis oleh NASA pada Jumat pekan lalu, cekungan dampak dari tubrukan meteor terlihat di bagian atas Merkurius, dan warna oranye terang menandakan dataran vulkanik. Sedangkan bintik-bintik oranye dan cokelat kecil adalah tempat di mana material tersimpan karena adanya erosi oleh letusan gunung berapi.


Penelitian NASA bulan Desember tahun lalu menunjukkan adanya es dan bahan organik di dalam kawah permanen di bagian kutub planet Merkuri. Tubrukan meteor terlihat di bagian atas Merkurius

Satelit Messenger NASA melakukan misi utama pemetaan pada Maret 2012 selama setahun, dan saat ini misinya adalah membuat survei lebih rinci. Berikut ini gambar-gambar planet Merkurius lainnya yang diambil oleh satelit Messenger NASA:











Sumber :
uniqpost.com

Selasa, 19 Februari 2013

Mungkinkah KIta Hidup Jauh Dari Matahari?


Ilustrasi penampakan matahari terbitPara peneliti dari Pennsylvania State University di Amerika Serikat baru-baru ini mengusulkan batas-batas baru dari zona layak huni pada planet-planet selain Bumi.

Berdasarkan hasil koreksi dari koefisien penyerapan molekul air dan karbondioksida, mereka menarik kesimpulan bahwa zona layak huni bisa berada jauh dari matahari.

Penelitian ini sangat penting untuk merencanakan proyek-proyek masa depan, yang mana mencari planet ekstrasurya atau planet-planet lain di luar tata surya.

Zona layak huni memiliki kriteria, seperti adanya ruang antara bintang dan Bumi yang mirip atmosfer. Ruang itu harus memiliki komposisi nitrogen, air, dan karbondioksida. Sifat atmosfer inilah yang mempengaruhi batas-batas dari zona layak huni.

Karya terbaru dari kelompok peneliti dari Pennsylvania State University, NASA, Universitas Washington dan University of Bordeaux, sekaligus mematahkan studi sebelumnya yang dikembangkan oleh George Casting pada tahun 1993.

Model sebelumnya menyatakan, bahwa batas-batas internal dan eksternal matahari dan zona layak huni adalah 0,95 dan 1,67 unit astronomi (dalam satuan astronomi jarak dari matahari ke bumi 1,5 juta kilometer).

Namun, perlu dicatat, bahwa itu adalah model sederhana dari planet, tanpa mengukur adanya ruang atmosfer. Artinya, jika letak Bumi berada di pinggir tata surya, masih tetap cocok untuk kehidupan.

Menurut Ravi Kumar Kopparapu, penulis penelitian, model yang dibuat Casting sudah usang. Koefisien penyerapan radiasi matahari oleh molekul air dan karbon dioksida tidak tepat. "Padahal, radiasi dari matahari sangat mempengaruhi ruang atsmosfer dan suhu dari air," kata Kopparapu, dilansir Spacedaily, 18 Februari 2013.

Sementara para peneliti lain juga beranggapan bahwa model penelitian terdahulu tidak akurat, karena tidak memperhatikan fungsi ruang di atsmosfer.

"Sebenarnya ruang atsmosfer itu memiliki fungsi ketika terjadi radiasi Bumi, bisa untuk mencegah panas di planet dan juga bisa menjadi 'selimut' untuk menjaga kehangatan di lingkungan planet agar tidak hilang ke luar angkasa," jelas Kopparapu.

Studi yang sudah diterbitkan di Astrophysical Journal ini mencatat data dari penyerapan radiasi matahari di Bumi dan mengklarifikasi mekanisme fisik dari radiasi di ruang atsmosfer.

100 Planet Baru
Selain teks, para penulis juga telah mengembangkan kalkulator zona layak huni, yaitu program online, yang membantu untuk menghitung batas-batas zona layak huni.

Gunanya adalah untuk menemukan zona layak huni baru untuk menggantikan Bumi yang sudah mulai sesak di masa yang akan datang.

Sebelumnya teleskop luar angkasa NASA, Keppler, menemukan lebih dari 2.300 planet potensial ditinggali sejak Maret 2009. Namun, hanya sekitar 100 yang bisa dikonfirmasi hingga sekarang. Para ilmuwan masih meneliti planet-planet tersebut dan menentukan mana yang paling mungkin menjadi habitat baru bagi makhluk hidup di Bumi. 

sumber : vivanews

Senin, 18 Februari 2013

Perkiraan NASA Soal Meteor Meleset

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan meteor Rusia yang meledak pada Jumat pagi pekan lalu lebih besar dan lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. Perkiraan lembaga tersebut sempat beberapa kali direvisi.

Beberapa jam setelah meteor tersebut meledak, Jumat sore silam, NASA memperkirakan meteor memiliki ukuran 15 meter, dan dapat memicu ledakan setara dengan 300 kiloton ledakan. NASA sempat merevisi energi ledakan meningkat menjadi 470 kiloton.

Pada Jumat malam, NASA kembali merevisi perkiraan ukuran dan kekuatan ledakan meteor yang menghancurkan kawasan Ural dan melukai sekitar 1.000 orang tersebut.

Dalam pernyataannya, pejabat NASA kemudian mengatakan ukuran meteor diperkirakan sedikit lebih besar, sekitar 17 meter dengan kekuatan ledakan sekitar 500 kiloton.

Namun, menurut Peter Brown, Direktur Pusat Ilmu Keplanetan dan Eksplorasi di University of Western Ontario di Kanada, meteor itu diperkirakan sebesar 50 kaki, atau sekitar 15 meter. "Ledakannya diperkirakan lebih dari 100 kiloton TNT, dan lebih besar dari ledakan di Tunguska," jelas Brown.

Perkiraan NASA soal berat batu angkasa tersebut juga meleset. Awalnya, badan antariksa ini mengira massa meteor sekitar 7.000 ton.

Tapi, kemudian para ilmuwan pada Jet Propulsion Laboratory (JBL) NASA di Pasadena, California, merevisi massa menjadi sekitar 10.000 ton dengan kecepatan luncur 64.373 km/jam saat meledak.

"Perkiraan ini baru dihasilkan dengan menggunakan data baru yang telah dikumpulkan dari lima stasiun infrasonik tambahan yang terletak di seluruh dunia," tutur salah satu pejabat JPL, dalam pernyataan yang dilansir Space, 18 Februari 2013.

"Rekaman pertama di Alaska, meteor berada 6.500 kilometer jauhnya dari Chelyabinsk," katanya.

Stasiun infrasonik mendeteksi Bolide, atau gelombang suara frekuensi rendah yang menyertai meteor. Meteor tersebut memasuki atmosfer bumi dan meledak di Chelyabinsk pada 14 Febuari 2013 pukul 10:20 malam waktu Amerika Serikat dan Kanada.

Meteor ini meluncur ke Bumi beberapa jam sebelum asteroid 2012 DA14, batu ruang angkasa berukuran setengah lapangan sepakbola, yang mendekat ke Bumi juga pada malam setelah tragedi meteor.

Asteroid 2.012 DA14 mendekati bumi pada jarak jarak 27.000 kilometer. Namun, batu angkasa ini tidak mengancam penghuni Bumi.

NASA juga menegaskan, meski jarak peristiwa kedua benda angkasa hampir bersamaan, tapi ini tidak berkaitan mengingat jalur asteroid dan ledakan meteor Rusia memiliki lintasan yang berbeda secara signifikan.

Pada Jumat malam waktu Amerika Serikat, juga nampak bola api lain di angkasa San Francisco Bay Area, California. Peristiwa ini juga tidak berkaitan dengan kedua benda langit yang disebutkan di atas.

Peristiwa meteor Rusia, menurut ilmuwan NASA merupakan kejadian langka. Kejadian serupa terjadi terakhit kali pada 1908, yang kemudian dikenal dengan peristiwa Tunguska. Saat itu, batu luar angkasa meledak di Sungai Tunguska di Siberia, Rusia dan meratakan 2.137 km persegi lahan hutan tak berpenghuni.

"Kami memperkirakan peristiwa sebesar ini terjadi sekali lagi setiap 100 tahun," kata Paul Chodas, ilmuwan Near-Earth Object Program Office NASA di JPL.

sumber : vivavews

Jejak Meteor di Rusia Minim, Ada Konspirasi?

Meteor itu diduga senjata yang sedang diuji oleh Amerika Serikat.

ddd

Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo
Pecahan meteorit yang menghantam Rusia
 
Ribuan pekerja darurat Rusia dikirim untuk membersihkan kerusakan dari meteor yang menghantam Pegunungan Ural pada Jumat pekan lalu.

Namun, para pekerja darurat tak menemukan satu pun fragmen dari meteor yang jatuh, sehingga memicu teori konspirasi tentang senjata rahasia dan azab dari Tuhan.

Sementara itu, tim penyelam dari Kementerian Keadaan Darurat Rusia pun telah memeriksa Danau Chebarkul di wilayah Chelyabinsk yang diduga sebagai lokasi jatuhnya meteor. Tim penyelam itu hanya menemukan benda kecil seukuran 1 cm, dan tidak menemukan fragmen meteor berukuran besar.

Kelangkaan bukti-bukti dari meteor yang telah menghancurkan sejumlah bangunan di Kota Chelyabinsk itu telah memicu sejumlah teori konspirasi. 

Vladimir Zhirinovsky, pemimpin nasionalis Rusia pun angkat bicara. Kepada wartawan di Moskow, ia menduga kalau meteor itu adalah "war mongers," atau ajakan perang dari Amerika Serikat.

"Itu bukan meteor jatuh. Itu adalah senjata baru yang sedang diuji oleh Amerika Serikat," kata Zhirinovsky, dilansir Telegraph, 18 Februari 2013.

Bahkan, menurut Oksana Trufanova, aktivis hak asasi manusia di Rusia, mengatakan bahwa ia cenderung percaya kalau ledakan itu ada hubungannya dengan dunia militer.

Pendapat berbeda juga dikatakan oleh seorang pemuka agama yang tinggal di dekat lokasi ledakan meteor, ia menganggap itu adalah azab dari Tuhan.

Saat dikonfirmasi mengenai adanya konspirasi dari meteor yang jatuh ke seorang pejabat di Kementerian Keadaan Darurat Rusia, ia hanya mengatakan bahwa itu semua omong kosong.

Sebelumnya warga Chelyabinsk, sebuah kota yang berada 1.500 km dari sebelah utara Moskow, melihat cahaya terang di langit dan mendengar ledakan yang menyebabkan jendela dan atap rumah mereka rusak.

Badan Antariksa Rusia Roscosmos mengatakan saat meteor itu akan melewati atsmosfer kecepatannya mencapai 19 mil per jam. Kemudian setelah melewati atsmosfer kecepatan meningkat menjadi 125 mil per jam, sehingga jejaknya terlihat dari asap putih yang ada di langit.

NASA memperkirakan bahwa meteor itu berukuran 55 meter sebelum menabrak astmosfer dan beratnya sekitar 10.000 ton. Jika meledak di bumi diperkirakan ledakannya setara dengan 30 kali ledakan bom atom yang terjadi di kota Hiroshima pada Perang Dunia II.

Peristiwa ini menyebabkan sekitar 1.200 orang terluka. Sebanyak 52 di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan. (eh)
 

sumber : vivanews
 

Benda Diduga Meteor Juga Melintasi San Fransisco

Liputan6.com, California : Setelah jatuh di Rusia, benda angkasa yang diduga meteorit juga kabarnya melintas di San Francisco, California. Warga sekitar melaporkan bahwa mereka melihat bola api itu terbang pada Jumat (15/2) waktu setempat.
Seperti diberitakan laman ibtimes, Minggu (17/2/2013), cahaya menyilaukan yang melintas di langit San Francisco Bay itu tak mengakibatkan ledakan sonik, pecahan kaca atau kerusakan seperti yang ditimbulkan pasca-jatuhnya meteor di sekitar pegunangan Ural, Chelyabinsk, Rusia, pada Jumat pagi waktu setempat.
Russia cleans up after meteor explosionWorkers begin the big task of repairing around 1,700 buildings damaged when a bus-sized meteor exploded over central Russia last week. Andrew Raven reports.

"Bola api itu terjadi setiap malam, di seluruh dunia," kata Mike Hankey, manager American Meteor Society di Pennsylvania State University sambil menambahkan bahwa bola api biasanya tak terlihat karena jatuh di lautan. Namun perhatian media pada peristiwa jatuhnya meteor di Rusia, membuat semuanya memperhatikan langit. Padahal menurut Mike, meteor itu biasanya terpecah menjadi potongan-potongan kecil dan sulit untuk ditemukan.
Rekan Mike, Jonathan Braidman mengatakan, bola api di California tampaknya merupakan bagian kecil dari sebuah meteor besar yang entah bagaimana bisa melintasi atmosfer bumi. Meskipun pihak berwenang setempat menerima puluhan panggilan terkait aktivitas aneh itu.
"Ini adalah kejadian yang sangat umum," kata Braidman yang juga mengatakan peristiwa jatuhnya meteor jarang sekali begitu dekat ke tempat manusia tinggal.
Tak seperti di Rusia yang ledakan meteornya mencederai ratusan orang, lintasan benda angkasa yang melintas mendekati bumi di California sama sekali tak menimbulkan efek.
"Hal itu tampak seperti yang saya lihat pada Oktober tahun lalu, tapi bentuknya sedikit lebih kecil," kata saksi mata bernama Gina Johnson yang mengabadikannya melalui kamera yang ada di dashboard mobilnya.
"Itu (bola api) berwarna kehijauan seperti yang di bulan Oktober. Semua orang di tempat parkir berhenti dan menatapnya, " tambah Gina yang mengabadikannya pada pukul 07.44 waktu setempat ketika menuju ke selatan menuju semenanjung Pantai San Francisco. Ini videonya.
 
sumber : yahoo.com

Pakar Antariksa: Sempalan Meteorit Bernilai Jual Tinggi

Washington (ANTARA/RIA Novosti-OANA) - Sempalan meteroit yang jatuh di Chelyabinsk, Rusia pada Jumat dapat menjadi temuan berharga bernilai jual tinggi, kata pakar antariksa Amerika Serikat.
Russia hunts for meteorite fragmentsA search team arrives at the frozen Lake Chebarkul in the Chelyabinsk region of central Russia on Saturday to look for fragments of a meteorite that hit Friday and injured more than 1,000 people. Adam Brauner reports.

"Serpihan kecil meteorit mungkin hanya memiliki nilai beberapa dolar, tapi jika dalam ukuran besar bisa berbanderol 100 ribu dolar AS atau bahkan lebih," kata Joseph Gutheinz, seorang pakar spesialis meteorit dan mantan agen khusus Badan Antariksa AS (NASA), Sabtu.
Pada Jumat, fragmen meteorit yang jatuh di Rusia melukai ratusan orang dan merusak ribuan bangunan.
"Saya berharap orang-orang berada di luar sana memiliki pendeteksi logam di seluruh tempat. Mungkin ada orang Moskow yang ikut berdatangan untuk mencari potongan meteorit," kata Gutheinz.
Dia menerangkan bahwa ukuran meteorit memang penting tapi harganya juga ditentukan oleh keanehan, asalnya dan dari apa terbuat.
"Paling umum dari jenis yang ada merupakan batu-besi. Susunannya terdiri dari mineral yang lazim ada di bumi. Sepotong kecil dari meteorit itu bisa dihargai sekitar 20 dolar," kata Chris Palma, seorang profesor dari Departemen Astronomi dan Astrofisik, Universitas Negeri Penn.
"Namun komposisi dari benda angkasa itu bisa menjelaskan asal muasal meteorit. Jadi apabila benda itu diketahui berasal dari Mars maka harganya akan melonjak tinggi," tambahnya.
Rekor penjualan yang pernah terjadi adalah meteorit dari batu bulan bernama Dar al Gani 1058 seberat 1,9 kilogram yang terjual seharga 330 ribu dolar dalam sebuah lelang di AS.
Benda angkasa itu ditemukan di Libya pada tahun 1998.
Kemudian meteorit yang ditemukan di Argentina seberat 161 kilogram terjual seharga 93 ribu dolar melalui situs jual beli "eBay" pada tahun 2006.
Meski memiliki berat yang lebih besar rupanya meteorit dari asteroid Mars-Jupiter itu terjual lebih murah.
Gutheinz menjelaskan bahwa siapa saja yang merasa menemukan meteorit dan ingin menjualnya harus mendapat sertifikasi dari ahli mengenai keasliannya.
"Situs `eBay` mungkin menjadi tempat yang baik untuk melakukan jual beli. Tapi jika anda ingin membawanya ke pelelangan dan mendapatkan sertifikasi maka anda harus bekerjasama dengan analis independen," kata dia.
Pada 1998, sebagai agen khusus NASA, Gutheinz bekerja menyamar untuk menangkap oknum penjual batu bulan palsu. Rupanya pekerjaan itu membawanya kepada seorang yang memiliki batu bulan asli bernilai 5 juta dolar AS.
 
sumber : yahoo.com

Senin, 28 Januari 2013

Retrogade, Planet Berorbit Terbalik. Kok Bisa?

Planet umumnya mengorbit bintang searah dengan arah perputaran bintangnya. Namun, beberapa planet berbeda, mengorbit dengan arah berlawanan. Planet tersebut disebut planet retrograde atau planet berorbit terbalik.

Salah satu planet retrograde adalah planet HAT-P-7b yang mengorbit bintang berjarak 1.040 tahun cahaya di konstelasi Cygnus. Planet tersebut ditemukan pada tahun 2008. Astronom bertanya-tanya, mengapa planet itu bisa bergerak berlawanan dengan arah bintangnya.

 
Jawabannya terkuak dari hasil penelitian para astronom Jepang. Lewat pengamatan dengan Subaru Telescope Facility di Hilo, Hawaii, mereka menemukan sebab terbaliknya orbit HAT-P-7b. Mereka menemukan adanya planet seukuran Jupiter HAT-7c yang mengorbit bintang di dekat bintang induk HAT-P-7b.

"Tim peneliti berpikir bahwa adanya bintang tetangga dan planet lain berperan dalam membentuk dan mempertahankan orbit planet dalam (HAT-P-7b) yang terbalik," jelas pejabat Subaru Telescope Facility seperti dikutip Space, Kamis (24/1/2013).

Menurut tim astronom, HAT-P-tc terletak di antara planet berorbit terbalik HAT-P-7b dan bintang yang baru saja ditemukan. Bintang dan planet yang baru saja ditemukan memengaruhi orbit planet HAT-P-7b.

Studi ini dipimpin Norio Narita, Yasuhiro Takahashi, Masayuki Kuzuhara, dan Teruyuki Hirano dari National Astronomical Observatory of Japan dan University of Tokyo. Kesimpulan yang didapatkan, efek gravitasi ganda bisa memengaruhi terbentuknya planet berorbit terbalik.





 
Sumber:
kompas

Minggu, 18 November 2012

Lubang Hitam Bima Sakti Pancarkan Sinar-X dengan Lumonitas Tinggi

Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, Lubang hitam (black hole) di pusat galaksi Bima Sakti (milky way) mengeluarkan sinar-X dengan lumonitas tinggi, sekali dalam sehari.

Memang biasanya ledakan yang menyebabkan munculnya sinar-X sering terjadi di lubang hitam Bima Sakti yang disebut dengan Sagitarius A tersebut. Namun akhir-akhir ini seperti yang pernah diamati oleh teleskop Chandra-X Ray Observatory pada Bulan Februari 2012 lalu, ledakan sinar-X semakin kuat yaitu 150 kali lebih terang dari lumonitas normal lubang hitam.



Proses lubang hitam yang "memakan" asteroid dan merubahnya menjadi pancaran sinar-X.
Image credit: NASA/CXC/M.Weiss

Apa penyebabnya? Para ilmuwan sendiri tidak begitu yakin dengan pendapatnya. Nampaknya ledakan tersebut tidak akan mengalami perlambatan meskipun secara keseluruhan usia lubang hitam yang semakin lanjut akan diikuti dengan penurunan aktivitas.

Di awal tahun 2012 lalu ada peneliti yang mengatakan bahwa ledakan sinar-X di lubang hitam Bima Sakti mungkin berasal dari asteroid atau bahkan planet yang berkeliaran dan berjarak terlalu dekat dengan lubang hitam, sehingga mereka "dimakan".

Sebab pada dasarnya jika lubang hitam selesai "memakan" asteroid atau planet maka ia akan mengeluarkan gas sinar-X.

Foto false color dari daerah di pusat galaksi Bima Sakti.
Pada area tengah, terrdapat titik kecil yang memancarkan sinar-X dan itu adalah lubang hitam.
Image credit: NASA/MIT/F. Baganoff dkk

Nampaknya para astronom juga setuju dengan pendapat itu. "Karena alasan apapun, Sagitarius A makan lebih banyak," kata Michael Nowak, ilmuwan dan peneliti dari IT dan penulis di jurnal astrofisika.

"Satu teori yang makin dipercaya adalah jika asteroid begitu dekat dengan lubang hitam, lubang hitam akan meregang dan menghancurkan asteroid tersebut hingga berkeping-keping dan memakannya sampai akhirnya akan memancarkan radiasi sehingga akan timbul dedakan yang besar," tambahnya.

Para astronom mendeteksi lubang hitam melalui energi cahaya yang dilepaskan saat lubang hitam menelan materi yang ada didekatnya. Pusat galaksi dan quasar yang baru lahir merupakan tempat dimana terdapat lubang hitam yang sangat aktif. Dengan bertambahnya usia lubang hitam, mereka akan cenderung melambat dan mengkonsumsi materi lebih sedikit.

"Setiap orang bisa menggambarkan lubang hitam seperti vakum cleaner di mana ia bisa mnyedot debu yang dilaluinya," kata Frederick K. Beganoff dari MIT.


Sumber :
astronomi.us

3 Teori Kiamat 2012

Kita sudah mengetahui perhitungan kalender Maya berakhir 21 Desember 2012, dan ini sempat memicu teori sebagai kiamat. Sebenarnya ada 3 teori lain yang menyatakan tahun 2012 menjadi "tahun penting" dalam peradaban manusia.

Tahun penting di sini memaksudkan akan ada akhir, lalu era baru. Jadi tidak selalu berarti kiamat. Namun, seperti apa era baru yang dimaksud?
1. Planet X atau Nibiru

 
Penurunan "kasta" Pluto tidak lagi masuk dalam rangkaian 9 planet di tata surya menghasilkan hipotesa ada planet lain yang mengorbit tidak teratur. Planet ini disebut Planet X atau Nibiru, digambarkan akan datang menabrak planet Bumi.

Apa yang terjadi setelah tabrakan? Bisa kehancuran total di bumi, atau bisa juga terjadi pembalikan kutub yang mendatangkan perubahan besar-besaran. Hingga akhirnya iklim yang hancur membunuh manusia.



2. The Prophecy of the Popes

 
Nubuatan Paus pertama kali diterbitkan tahun 1595 oleh Arnold de Wyon, seorang sejarawan Benediktin jadi bagian dari buku Lignum Vitae yang ditulisnya. Terdiri dari 112 bagian tentang penglihatan Saint Malachy soal kepausan.

112 bagian tersebut menggambarkan setiap Paus yang dimulai dari Paus Celestine II yang terpilih pada tahun 1130. Hingga bagian terakhir yang disebut Peter of The Roman, bunyinya, "Akan memerintah Petrus Romanus yang akan memberi makan domba-dombanya di tengah kesengsaraan hebat; Setelah itu tujuh kota gunung akan hancur dan terjadilah penghakiman terakhir."

Para peminat dan pengamat nubuatan Malachy yakin sosok Paus Benedict XVI yang memimpin Vatikan sejak 2005 silam menjadi sosok terakhir sebelum runtuhnya Vatikan dan pemerintahan anti-Kristus mulai.



3. Photon Belt

 
Saat ini kita sedang mendekati akhir dari suatu Millenium. Kaum mistikus paranormal, praktisi dan pengamat metafisika tentu sudah mengetahui dan menyadari bahwa manusia berada di ambang pintu suatu perubahan besar dalam evolusinya.

Tata Surya kita adalah bagian dari Galaksi yang kita sebut dengan nama The Milky Way (Bima Sakti), alam semesta kita merupakan bagian dari suatu Alam Semesta Raya. Ada teori yang menyebut bahwa  terdapat 12 Alam Semesta di dalam Alam Semesta Raya. Alam Semesta kita adalah yang terakhir diciptakan.

Tiap Alam Semesta, tiap Galaksi, tiap Tata Surya memiliki suatu Matahari. Tata Surya kita yang posisinya ada di pinggir salah satu Galaksi, mengitari suatu MATAHARI CENTRAL (Central Sun) dari gugus bintang PLEIADES yang namanya ALCIONE. Tata Surya kita berikut planet-planetnya termasuk bumi memerlukan waktu 25.860 tahun untuk mengitari ALCIONE itu.

Pada tahun 1961, dunia ilmu pengetahuan melalui instrument-instrumen satelit telah berhasil mendeteksi adanya ZONA PHOTON (Photon Belt) yang mengitari PLEIADES secara tegak lurus. Karena Matahari kita dan planet-planetnya mengitari ALCIONE selama 25.860 tahun, maka tiap ± 12.500 tahun tata surya kita bertabrakan dengan ZONA PHOTON itu. Untuk melintasi ZONA PHOTON diperlukan waktu 1000-2000 tahun. Sebenarnya sejak 1961 tata surya kita sudah mulai memasuki ZONA PHOTON, baru di tepinya, dan akan berada di pusatnya disekitar tahun 2011-2012.

 
Apakah Zona Photon?

PHOTON BELT atau ZONA PHOTON adalah suatu daerah yang terdiri dari partikel cahaya photon. Cahaya photon adalah akibat adanya tabrakan dari anti-elektron (positron) dengan electron. Tabrakan itu menyebabkan kedua jenis partikel itu saling menghancurkan, yang kemudian menimbulkan energi photon atau partikel cahaya. Kelak dikemudian hari energi photon ini akan menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi.

Akan terjadi perubahan total dalam bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kesadaran Manusia.

 
Apa yang Terjadi Saat Transisi?

Di tepi Zona Photon ini terdapat suatu batasan yang disebut Zona Nil (Null Zone), zona nil tersebut terdapat kompresi energi yang amat besar, dimana medan magnetic sangat padat sehingga segala sesuatu yang melintasi zona itu pasti mengalami perubahan. Hal ini juga berarti bahwa medan magnetic bumi dan matahari akan dirubah menjadi jenis magnetic baru, yaitu magnetic interdimensional. Maka diperkirakan timbulnya sesuatu perubahan pada medan elektrik magnetis dan gravitasional bumi, hal mana sebetulnya sudah mulai terjadi sekarang ini.

Akibat lain yang akan terjadi adalah, bahwa semua alat-alat listrik tidak bisa berfungsi, lampu tidak bisa dinyalakan, mobil tidak bisa di starter.

Diperkirakan selama beberapa hari penghuni bumi akan dihadapkan pada keadaan yang tidak dipahami dan hidup dalam kegelapan.

Hari 1-2 : Matahari tidak nampak dan tak bersinar. Sehingga bumi menjadi gelap gulita, udara sangat dingin .

Hari 3-4 : Terlihat cahaya temaram, seperti di saat fajar, bintang-bintang mulai terlihat di langit.

Hari 5-6 : Hari-hari akan terang terus (terang 24jam), seluruh mahluk hidup merasa lebih bersemangat menerima energi baru. Kemampuan supranatural mulai timbul, penghuni bumi merasakan terwujudnya Zaman Baru.

Perubahan frekuensi getaran ini sangat dasyat sehingga disebut sebagai Kelahiran baru bagi planet bumi dan bangsa manusia, terciptanya Zaman Baru (The Dawn of the New Age).




 
Sumber:
weirdworm
biblebelievers
ahmadsamantho

Selasa, 13 November 2012

8 Misteri dan Fakta Aneh yang Menyertai Pembentukan Bulan




1. Usia Bulan

Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bumi dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun.

Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!


2. Lebih keras diatas

Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal inilah yang menyebabkan bulan sangat kuat dan tahan serangan.

Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM.

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan.

Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah tidak mungkin berongga di dalamnya.


3. Bebatuan Bulan

Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya.

Batu yang pernah diambil team apollo seberat 380 kg lebih, menunjukkan adanya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang dibor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237.

Bahan-bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil kerja manusia.

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.


4. Air menguap

Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.


5. Ukuran Bulan = Matahari

Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan.

Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.


6. Orbit yang aneh

Orbit bulan merupakan satu-satunya yang benar-benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometrisnya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung.

Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada porosnya. Suatu teori yang belum diyakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap harinya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.


7. Asal usul bulan

Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja disetujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu-debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi.

Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa menjadi satelit bumi, karena terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori-teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!


8. Bulan adalah kapal luar angkasa

Kesempurnaan bulan yang nyaris sempurna, dan berbagai anomali yang ada di bulan, plus ditambah banyaknya benda-benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita.

Dan bulan belum ditinggalkan oleh penghuninya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya-cahaya dan benda-benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.


Sumber :
aliefqu.wordpress.com

Rabu, 17 Oktober 2012

Planet Unik yang Disinari 4 Matahari

Versi nyata dari Tatooine, planet dengan dua matahari dalam Film "Star Wars", ditemukan. Bahkan lebih luar biasa, planet alien itu diterangi empat Matahari sekaligus. Ini adalah temuan pertama dari jenisnya. 

Planet gas raksasa yang sedikit lebih besar dari Neptunus dan setara enam kali besar Bumi mengorbit ke sepasang bintang. Dan menjadi orbit dua bintang lainnya. 


Ia berada di lokasi berjarak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi. Diberi nama PH1, terinspirasi situs Planethunters.org yang menfasilitasi penemuannya. 

Butuh waktu 138 hari bagi PH1 tersebut mengorbit dua bintang induknya yang memiliki massa sekitar 1,5 dan 0,41 kali dari Matahari. Sesama bintang itu mengitari satu sama lain sekali dalam 20 hari.

Para peneliti memperkirakan temperatur PH1 tersebut berkisar minimal 251 derajat Celcius dan maksimal 340 derajat C. Terlalu panas untuk dinyatakan sebagai zona layak huni. 

Adalah dua astronom amatir, Kian Jek asal San Francisco dan Robert Gagliano dari Cottonwood, Arizona yang menemukannya di antara rimba data di situs Planethunters.org. Temuan tersebut lantas dikonfirmasi ilmuwan Amerika Serikat dan Inggris dengan observasi langsung di Keck Observatory. 

"Empat bintang di atas sebuah planet menciptakan lingkungan yang rumit. Namun berada dalam orbit yang nampaknya stabil," kata Dr Chris Lintott, dari University of Oxford, kepada BBC. 

"Ini sangat membingungkan. Tapi justu itu yang membuat penemuan ini menjadi sangat menyenangkan. Jauh dari apa yang kami perkirakan."

Planet yang mengorbit pada dua bintang disebut binary stars, sistem planet dengan bintang kembar yang tak biasa. Hanya segelintir eksoplanet yang ditemukan mengorbit pada dua bintang. Namun, selain PH1, tak pernah ditemukan ada planet yang menjadi orbit dari dua bintang lainnya. 

Lantas pertanyaan yang muncul, bagaimana bisa berada dalam orbit yang stabil padahal ia dipengaruhi gravitasi dari empat bintang?

Apalagi, Dr Lintott mengatakan, ada enam planet lain yang juga berada dalam orbit mapan di antara bintang ganda. Dan mereka sangat dekat dengan bintang-bintang tersebut. 

"Ini menjelaskan pada kita bahwa planet bisa terbentuk di bagian cakram protoplanet," kata dia. "Planet-planet itu saling berdekatan dan mampu bertahan dalam orbit yang stabil." 

Didirikan pada tahun 2010, Planethunters.org bertujuan untuk melibatkan banyak orang dalam analisa data yang dikumpulkan teleskop Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). 

Kepler diluncurkan pada Maret 2009 untuk mencari planet mirip bumi yang mengorbit bintang lain. Pengunjung di situs Planet Hunters memiliki akses ke data yang dipilih secara acak dari salah satu bintang yang dibidik Keppler. Sejak Desember 2010, lebih dari 170.000 orang telah berpartisipasi dalam proyek tersebut. 


Sumber :
viva.co.id

http://www.apakabardunia.com